Jumat, 13 Juni 2014

VIRUS



PENDAHULUAN

Virus berbeda dengan agen penyebab infeksi lainnya dalam hal struktur dan biologi, khususnya reproduksi. Walaupun virus membawa informasi genetik didalam DNA atau RNA, tetapi ada kekurangan sistem sintesis yang diperlukan untuk memproses informasi ini kedalam materi virus baru. Replikasi baru terjadi setelah virus menginfeksi sel hospes yang kemudian mengendalikan sel hospes untuk melakukan transkripsi dan/atau translasi informasi genetik demi kelangsungan hidup virus.
 Virus dapat menginfeksi setiap bentuk kehidupan sehingga sering menyebabkan penyakit yang diantaranya berakibat cukup serius. Beberapa virus dapat memasukkan informasi genetiknya kedalam genom manusia kemudian menyebabkan kanker
. Target khemoterapi pada virus sangat sulit , untungnyadapat dikontrol dengan pemberian vaksin.

SEKALI VIRUS BERADA DIDALAM SITOPLASMA SEL HOSPES MAKA DIA TIDAK INFEKSIUS LAGI

Setelah terjadi fusi antara virus dan membramn sel hospes, atau difagosit dalam bentuk fagosome, maka partikel virus dibawa ke sitoplasma melalui plasma membran. Pada tahap ini
amplop dan/atau kapsid akan terkuak nukleus virusakan terurai. Sekarang virus tidak infeksius
lagi dan ini disebut eclipse phase. Keadaan ini menetap sampai terbentuk partikel virus baru
melalui replikasi. Asam nukleat sendiri yang menentukan bagaimana cara replikasi berlangsung.
Pertama-tama virus harus membentuk mesenger RNA (mRNA)Virus hanya mempunyai salah satu asam nukleat yaitu RNA atau DNA; tidak pernah kedua-duanya.. Asam nukleat tampil sebagai single atau double strandad dalam bentu linier (DNA dan RNA) atau sirkuler (DNA). Genom dari virus terdapat dalam satu atau beberapa molekul dari asam nukleat.
Dengan diversitas ini maka tidak heran bila proses replikasi dari tiap virus berbeda. Pada virus DNA, m RNA dapat dibentuk sendiri oleh virus dengan cara menggunakan
RNA polimerase dari selhospes, kemudian langsung mentranskrip kode genetik yang berada
pada DNA virus. Sedangkan virus RNA tidak dapat dengan cara ini, karena tidak ada polimerase
dari sel hospes yang sesuai. Oleh karena itu untuk melakukan transkripsi maka virus harus
menyediakan sendiri polimerasenya yang dapat diperoleh dari nukleokapsid atau disintesa
setelah infeksi. .Virus RNA memproduksi mRNA dengan beberapa cara yang berbeda Pada virus dsRNA , satu strand yang pertama ditranskrip oleh polimerase virus menjadi mRNA

Pada ssRNA terdapat tiga rute yang jelas berbeda dalam pembentukan mRNA yaitu ;
  • Bila single strand mempunyai konfigurasi positive sense (misalnya mempunyai sekuense basa yang sama seperti yang dibutuhkan pada saat translasi),maka konfigurasi ini dapat langsung dipergunakan sebagai mRNA.
  • Bila mempunyai konfigurasi negative sense, maka pertama-tama harus diterjemahkan (transcribe) dengan memgunakan polimerasedari virus kedalam positive sense strand yang kemudian bertindak sebagai mRNA
  • Retrovirus mempunyai pola yang sama sekali berbeda. Pertama-tama positive sense ssRNA oleh reverse transcriptase (enzim dari virus, terdapat dalam nukleokapsid) menjadi negative sense ssDNA. Setelah terbentuk dsDNA kemudian akan memasuki nukleus dan kemudian berintegrasi dengan genom sel hospes dan selanjutnya sel hospes membentuk mRNA virus

mRNA virus kemudian ditranslasi kedalam sitoplasma sel hospes untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan virus.Sekali mRNA virus terbentuk maka akan ditanslasi dengan memanfaatkan ribosom dari sel hospes untuk mensintesa protein yang dibutuhkan virus.  RNA virus biasanya monocistronic (mempunyai single coding region) dapat mengubah mRNA dari ribosom sel hospes untuk menghasilkan protein yang lebih “disukai”. Pada fase awal diproduksi protein yang diperlukan untuk replikasi asam nukleat virus seperti enzim dan molekul regulator. Pada fase selanjutnya diproduksi proteinyang penting unutk pembentukan kapsid. Virus dengan genom single nucleic acid molecule mentranslasi poli protein yang multifungsi, kemudian akan dipecah secara enzimatik. Sedangkan virus yang genomnya tersebar didalam beberapa molekul, maka akan terbentuk beberapa macam mRNA yang masing - masng akan membuat protein. Setelah translasi protein dapat diglikosilasi kembali dengan menggunakan enzim sel hospes.



Virus juga harus me replikasi asam nukleatnya.
Untuk pembentukan kapsid baru berarti memerlukan produksi molekul tambahan. Oleh karena itu virus harus mereplikasi asam nukleat sehingga dapat menyediakan materi genetik yang kemudian akan dibungkus oleh kapsid tersebut. Pada virus positive sensessRNA seperti poliovirus, polimerase yang ditranslasi dari template mRNA virus menghasilkan negative sense RNA yang selanjutnya ditranskripsi lebih banyak positive  ssRNA. Siklus transkripsi ini terus berlangsung menghasilkan strand positif dalam jumlah yang besar, yang kemudian dikemas dengan menggunakan protein yang telah dibentuk sebelumnya dari mRNA untuk membentuk partikel virus yang baru.Untuk virus negative sense ssRNA (mis. virus rabies) transkripsi oleh polimerase virus akan menghasilkan positive sense ssRNAyang kemudian akan meghasilkan
negative sense mRNA yang baru.
Replikasi ini terjadi dalam sitoplasma sel hospes, sedangkan pada virus lainnya seperti campak
dan influensa replikasi terjadi di inti sel sehingga sejumlah besar negative sense RNA akan ditranskripsi membentuk partikel baru.
Replikasi pada inti sel hospes juga terjadi pada virus dsRNA seperti rotavirus yang kemudian akan memproduksi positive sense RNA seperti diatas. Yang g kemudian akan bertindak sebagai template pada partikel subviral untuk memsintesa negative sense RNA yang baru guna memperbaiki kondisi double stranded.



Replikasi virus DNA terjadi di inti sel hospes kecuali poxvirus yang terjadi disitoplasma

Virus DNA membentuk kompleks dengan histon dari sel hospes untuk menghasilkan struktur yang stabil. Pada virus herpes, mRNA ditranslasi dalam sitoplasma menghasilkan polymerase DNA yang penting untuk sintesa DNA yang baru. Adenovirus menggunakan baik enzim dari sel hospes maupun virus untuk kepentingan ini. Sedangkan retrovirus mensintesa RNA virus baru di inti sel hospes. Polimerase RNA sel hospes ditranskrip dari DNA virus yang sudah berintegrasi dengan genom sel hospes. (Gb.6). Virus hepatitis B (suatu virus ds DNA) secara unik menggunakan ssRNA (sebagai perantara) yang kemudian ditranskrip untuk menghasilkan DNA baru. Retrovirus dan virus hepatitis B merupakan virus -virus yang mempunyai aktifitas
reverse transkriptase.

Stadium akhir dari replikasi adalah penyusunan dan pelepasan parikel virus baru
Penyusunan virus baru melibatkan gabungan dari asam nukleat yang telah direplikasi dengan kapsomer yang baru disintesa untuk kemudian membentuk nukleokapsid baru. Aktifitas ini terjadi di sitoplasma atau diinti sel hospes. Amplop dari virus melalui beberapa tahapan sebelum
dilepaskan. Protein amplop dan glikoprotein yang ditranslasi dari mRNA virus didisipkan pada membran sel hospes (biasanya membrana plasma). Nukleokapsid yang muda ini bergabung dengan membran secara spesifik melalui glikoprotein dan menbentuk tonjolan. (gb. 3.9). Virus
baru memerlukan membran dari sel hospes ditambah dengan molekul dari virus untuk membentuk amplop. Enzim dari virus seperti muraminidase pada virus influensa ikut berperan dalam proses ini. Enzim dari sel hospes (seperti protease seluler)dapat memecah protein amplop yang besar, suatu proses yang diperlukan dimana virus muda sangat infeksius. Pada virus herpes
terjadi proses yang sama. Pelepasan virus yang sudah beramplop tidak harus disertai dengan kematian sel, jadi sel hospes yang sudah terinfeksi dapat terus menghasilkan protein virus
dalam waktu yang lama.Insersi molekul virus kedalam membran sel hospes membuat sel
hospes berbeda secara antigenik. Respon imun ekspresi antigen ini yang menjadi dasar perkembangan terapi anti virus.

Kamis, 12 Juni 2014

How to make an easier pinata


Introduction

Long associated with Mexico, pinatas actually originated in Italy, where clay pots were filled with treats and slung high above the ground to be broken with sticks. Adopted by the Spanish, the custom arrived in Mexico with the explorers, who had since begun to add color and decoration. When tissue paper became widely available during the 20th century, the pinata evolved again, incorporating more colors and designs than ever before.
Papier-mache is a popular craft technique that involves covering a form -- like a balloon or a bowl -- with strips of newspaper drenched in a simple, often homemade, paste; the paper and paste bond as they dry, forming a hard shell around the form. Try using wheat-paste powder, available at hardware and art-supply stores, instead of ordinary flour -- the resulting paste will be less prone to cracking.

Materials

  • 14-inch balloon
  • Cloth tape
  • Scissors
  • Newspaper, cut into 1-by-6-inch strips
  • Wheat-paste powder
  • Strong white paper (20-pound copy paper works well)
  • Spray mount
  • Compass
  • Craft glue
  • Tissue paper in several colors
  • Rotary cutter (optional)
  • Self-healing mat (optional)
  • Utility knife
  • Large needle or piece of wire
  • Tissue-paper streamers
  • Strong cord
  • Candy, treats, and small prizes, for stuffing

Steps

Step 1

Inflate the balloon, and coax it into a round shape by wrapping it with cloth tape. Set it aside.

Step 2

Make paste: In a medium bowl, mix 1 cup wheat-paste powder with 4 1/2 cups water. Dip newspaper strips one at a time into the paste, and place them on the balloon, overlapping the strips slightly, until the balloon is completely covered. Let dry overnight. Repeat this process twice more for a total of three layers.

Step 3

Our pinata design calls for six cones; to make them, cut six sheets of strong white paper into 7-inch squares. In a well-ventilated area, spray-mount different colors of tissue paper onto the squares. Place the point of a compass at the corner of one of the squares, and mark a 6 1/2-inch arc. Trim the paper around the edge of the arc. At 1/2-inch intervals, cut 1/2-inch-deep notches into the rounded edge. Roll the paper into a cone, and glue or tape the straight edges together where they meet. Cut 1/2 inch off the tip of the cone to create an opening for streamers. Fold the notches outward, and using craft glue, adhere the cone to the pinata. Repeat with the remaining cones, gluing the first two cones at opposite ends and spacing the remaining cones evenly around the sphere's center perimeter. 

Step 4 

For the fringe decoration, begin by cutting tissue paper into narrow strips about 3 inches long and 1/2 inch wide. A rotary cutter and a self-healing mat will enable you to cut through several layers of tissue at one time. Fold each strip lengthwise, creating a 1 1/2-inch strip, and cut the strip down the center from the open side, up to within 1/2 inch of the folded edge. Each strip should yield four "fringes." Starting at the bottom of the pinata, glue the strips, fringed edge up, in a tight circle. Glue a second row above the first one (the circle will be slightly larger), tucking the glued portions of the second row behind the fringe of the first. Work your way up the pinata, gluing rows of fringe in circles of increasing size. Glue a couple of rounds of tissue paper over the fringe at the top and bottom of the pinata.

Step 5

To complete the pinata, use a utility knife to cut a small trap door near the top. Make two vertical cuts 3 inches apart, and connect them with one horizontal cut at the top to create a flap; fold the flap back. Using a piece of wire or large needle with a length of strong cord attached, punch two holes at the top of the pinata, and pull the cord through the holes. Knot the cord above the pinata, leaving enough to use for hanging.

Step 6

For a final touch, twist 10 streamers together for each cone; apply a dab of craft glue to the twisted end, and tuck it into the small hole at the end of the cone. Repeat this for each of the cones. Fill the pinata with a selection of candy, treats, or prizes; push the flap back into place, and hang your pinata.


by : http://www.marthastewart.com/271560/making-a-pinata

Jumat, 02 Mei 2014

tugas poster



download


langkah pembuatan poster
1. buat bentuk ovale untuk wajah dengan meggunakan ellips tool

2. kemuadian buat bentuk mulut dengan menggunakan elips tool juga, kemudian bentuk sedemikian rupa   dengan menggunakan shape tool
3. buat bentuk gigi dengan menggunakan rectangle shape
4. kemudian ubah pada bagian atas bentuk menjadi setengah lingkaran, pasang pada gusi mulut


5.  clone gigi yang sudah d bentuk sampai memenuhi ruang mulut yang dibuat
6. buat bentuk mata dan telinga dengan menggunakan elips tool. buat rambut dengan menggunakan shape tool.

Buat sedemikian rupa
7. beri warna pada gusi, gigi, wajah dan telinga sesuai keinginan
8. buat tulisan “ budaya senyum Indonesia cermin gigi sehat “  dengan menggunakan text tool

9. buat back ground dengan menggunakan fill tool
10. kemudian jadilah poster yang sederhana nan mudah

Kamis, 01 Mei 2014

tugas 3

 Benda keton merupakan hasil oksidasi dari asam lemak yang terjadi di dalam hepar.
proses pembentukan benda keton disebut ketogenesis
Ketonuria adalah suatu keadaan dimana benda keton terdapat dalam urine
Pada keadaan ketonuria, ketogenesis lebih besar dari ketolisis.
keadaan ini biasanya terjadi pada :
- kekurangan insulin,
- metabolisme asam lemak dan asam amino berlebihan, 
- keurangan karbohidrat, 
- kelaparan, 
- muntah, 
- diare.
indikasi :
- adanya glukosuria hebat
- adanya dugaan asidosis
- tidak ada keseimbangan elektrolit

Peningkatan kadar keton dalam darah akan menimbulkan ketosis sehingga dapat menghabiskan cadangan basa (mis. bikarbonat, HCO3) dalam tubuh dan menyebabkan asidosis. Pada ketoasidosis diabetik, keton serum meningkat hingga mencapai lebih dari 50 mg/dl.

Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin. Namun, kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atu serum, kemudian baru urin. Ketonuria (keton dalam urin) terjadi akibat ketosis. Benda keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat.

tugas 2



Titrasi atau analisa volumetric adalah salah satu cara pemakaian jumlah zat kimia yang yang luas pemakaiannya.Pada dasarnya cara titrimetri ini terdiri dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara stoikiometri dengan zat yang akan ditentukan.Larutan pereaksi ini biasanya diketahui kepekatannya dengan pasti dan disebut pentitter atau larutan baku.Sedangkan proses pembentukan atau penambahan pentitter ke dalam larutan zat yang akan ditentukan disebut titrasi.
Salah satu jenis reaksi dalam titrasi, dalah reaksi netralisasai(asidi alkalimetri).Asidi – alkalimetri merupakan metode titrasi asam basa. Asidimetri yaitu titrasi dengan menggunakan larutan standar asam untuk menentukan basa sedangkan alkalimetri yaitu menggunakan titran larutan standar basa untuk menentukan asam .
Indicator merupakan suatu senyawa organic yang kompleks dan digunakan untuk menentukan titik akhir suatu reaksi netralisasi.Dalam metode asidimetri dan alkalimetri digunakan indicator fenolftalein dan metil jingga.Fenolftalein memiliki range PH 8,3-10.Penggunaan fenolftalein dalam metode asidimetri karena dalam metode asidimetri, karena dalam metode asidimetri yang akan ditentukan adalah kadar basa.Sedangkan metil jingga memiliki trayek PH 3,1-4,4, penggunaan pada metode alkalimetri disebabkan karena pada metode ini yang inghin ditentukan adalah kadar asam.   
Perubahan warna suatu indicator tergantung konsentrasi ion hydrogen(H+) yang ada dalam larutan dan tidak menunjukkan kesempurnaan reaksi atau ketetapan netralisasi. Indikator PH asam basa adalah suatu idikator atau  zat yang dapat berubah warna apabila PH lingkungan berubah.Misalnya biru brometil (BB), dilarutkan asam menjadi warna kuning, tetapi dalam larutan basa menjadi biru.Macam-macam indicator yang sering digunakan dalam metode aside alkalimetri adalah sebagai berikut :


Baku primer dalah pembakuan dengan cara menimbang seksama zat yang diketahui kemurniannya, sedangkan baku sekunder adalah pembakuan yang dilakukan dengan menggunakan larutan baku yang diketahui.

daftar pustaka :
 

1. Khopkar, S.M., (1990), Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta: UI press. 
2. Shevla,G.1990.Vogel I: Buku teks analisis kualitatif makro dan semimikro, edisi V.Jakarta : Kalman Media Pustaka.